PENDOSA

Seorang hamba pendosa, dia tetaplah seorang manusia, manifestasi ciptaan Tuhan yang paling baik. Hamba pendosa bukanlah makhluk hina, sehingga pantas menerima kutukan.

Pertanyaan dasarnya adalah, mengapa ada perbuatan baik dan buruk?, mengapa Allah mengizinkan manusia untuk berbuat buruk?. Ternyata terlepas dari bagaimana dosa atau kesalahan kita kepada Allah SWT, pintu tobat dan ampunanNya selalu terbuka lebar.

Karena, amal saleh memang dicintai oleh Allah, tetapi, tobatnya hamba maksiat lebih Allah cintai. Karena Allah maha Pengampun dan Penerima tobat. Hal ini tertuang dalam banyak ayat dalam Al-Qur’an, sebagai contohnya adalah ayat di bawah ini:

وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رَحِيمًا

“Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nisa’ {4} : 110).

Postingan populer dari blog ini

Berbicara Terkait Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) (Miftahul Jannah 11811103)

Berbicara Terkait Kurikulum (Miftahul Jannah 11811103)