Berbicara Terkait Metode Pembelajaran (Miftahul Jannah 11811103)

 

Bismillah, Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Hallo teman-teman, mari kita kembali membaca. Hari ini saya akan menulis mengenai perangkat pembelajaran yakni metode pembelajaran

Pertama- tama yang saya hormati Ibu Farninda Aditya, M.Pd selaku dosen pengampu mata kuliah Magang 2, dan yang saya banggakan teman-teman seperjuangan kelas PAI C. Semoga kita selalu diberikan kelancaran serta kemudahan didalam menempuh pendidikan.

Dalam dunia pendidikan, Metode Pembelajaran adalah sesuatu yang wajib diterapkan oleh guru dalam proses pembelajaran. terdapat bermacam-macam metode pembelajaran yang telah dikembangkan oleh ahli guna membantu guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di dalam kelas. semua metode pembelajaran sangat baik untuk dilaksanakan namun tetap harus menyesuaikan dengan karakteristik peserta didik yang di ajar. setiap metode memiliki kekurangan dan kelebihan sehingga seorang pendidik harus pintar-pintar dalam memilih metode yang akan di terapkan. 

Metode pembelajaran merupakan sebuah cara yang digunakan guru untuk melaksanakan rencana yaitu mencapai tujuan pembelajaran yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata atau praktis.Metode pembelajaran sudah bersifat praktis untuk  diterapkan.  Cakupan metode  pembelajaran  lebih  kecil  daripada strategi atau model pembelajaran. Dengan kata lain Metode pembelajaran adalah cara yang dipergunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsung pembelajaran 

Sebagai suatu cara,metode tidaklah berdiri sendiri, tetapi dipengaruhi oleh faktor-faktor lain Guru akan lebih mudah menetapkan metode yang paling serasi untuk situasi dan kondisi yang khusus dihadapinya, jika memahami sifat-sifat masing-masing metode tersebut. Menurut Winarno Surakhmad dalam Djamarah (2002) pemilihan dan penentuan metode dipengaruhi oleh beberapa faktor, sebagai berikut: Pertama, Anak didik adalah manusia berpotensi yang menghajatkan pendidikan. Di sekolah, gurulah yang berkewajiban mendidiknya. Perbedaan individual anak didik pada aspek biologis, intelektual, dan psikologis mempengaruhi pemilihan dan penentuan metode pembelajaran mana yang sebaiknya guru ambil untuk menciptakan lingkungan belajar yang kreatif demi tercapainya tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Kedua, Tujuan adalah sasaran yang dituju dari setiap kegiatan belajar-mengajar. Tujuan dalam pendidikan dan pengajaran ada berbagai jenis, ada tujuan instruksional, tujuan kurikuler, tujuan institusional dan tujuan pendidikan nasional. Metode yang dipilih guru harus sejalan dengan taraf kemampuan anak didik dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Ketiga, Situasi kegiatan belajar mengajar yang guru ciptakan tidak selamanya sama dari hari ke hari.Guru harus memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan situasi yang diciptakan itu. Keempat, Fasilitas merupakan hal yang mempengaruhi pemilihan dan penentuan metode pembelajaran. Fasilitas adalah kelengkapan yang menunjang belajar anak didik di sekolah. Kelima,guru setiap guru mempunyai kepribadian yang berbeda. Latar pendidikan guru diakui mempengaruhi kompetensi. Kurangnya penguasaan terhadap berbagai jenis metode menjadi kendala dalam memilih dan menentukan metode. Menurut Ahmadi dalam (Asih, 2007) syarat-syarat yang harus diperhatikan dalam penggunaan metode mengajar adalah:

1.        Metode mengajar harus dapat mermbangkitkan motif, minat atau gairah belajar siswa

2.        Metode mengajar harus dapat menjamin perkembangan kegiatan kepribadian siswa.

3.        Metode mengajar harus dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk mewujudkan hasil karya.

4.        Metode mengajar harus dapat merangsang keinginan siswa untuk belajar lebih lanjut, melakukan eksplorasi dan inovasi (pembaharuan).

5.        Metode mengajar harus dapat mendidik murid dalam teknik belajar sendiri dan cara memperoleh pengetahuan melalui usaha pribadi.

6.        Metode mengajar harus dapat meniadakan penyajian yang bersifat verbalitas dan menggantinya dengan pengalaman atau situasi yng nyata dn bertujuan.

7.        Metode mengajar harus dapat menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai dan sikap-sikap utama yang diharapkan dalam kebiasaan cara bekerja yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Perlu untuk diketahui banyak sekali metode pembelajaran yang dapat digunakan oleh pendidik di antaranya: pertama, Metode investigasi dapat dilaksanakan secara kelompok atau individu. Metode ini dilakukan dengan cara melibatkan peserta didik dalam kegiatan investigasi (penelitian/penyelidikan). Kegiatan peserta didik dimulai dari membuat perencanaan, menentukan topik dan cara melakukan penyelidikan untuk menyelesaikan topik. Layaknya sebuah penelitian, maka sebelum peserta didik terjun untuk mengadakan investigasi maka diperlukan rancangan: (1) apa saja yang akan diinvestigasi; (2) bagaimana cara melakukan investigasi; (3) alat apa yang digunakan untuk menginvestigasi; (4) bagaimana cara melaporkan hasil investigasi. Metode  investigasi  melatih  kemampuan  menulis  laporan, keterampilan berkomunikasi dan keterampilan kerja kelompok. Melalui kegiatan investigasi tersebut, peserta didik dituntut untuk aktif dan kreatif. Supaya kegiatan investigasi berlangsung menyenangkan, maka guru perlu memfasilitasi topik investigasi yang menarik. Kedua, Metode inquiry adalah metode yang melibatkan peserta didik dalam proses pengumpulan data dan pengujian hipotesis. Guru membimbing peserta didik untuk menemukan pengertian baru, praktek keterampilan, dan memperoleh pengetahuan berdasarkan pengalaman belajar mereka sendiri. Dalam metode inquiry, peserta didik belajar secara aktif dan kreatif untuk mencari pengetahuan. Ketiga, Discovery learning merupakan strategi yang digunakan untuk memecahkan masalah secara intensif di bawah pengawasan guru. Pada discovery, guru membimbing peserta didik untuk menjawab atau memecahkan suatu masalah. Discovery learning merupakan metode pembelajaran kognitif yang menuntut guru lebih kreatif menciptakan situasi yang dapat membuat peserta didik belajar aktif menemukan pengetahuan sendiri. Kegiatan  belajar  mengajar dengan  menggunakan  metode  discovery mirip dengan inquiry. Perbedaan terletak pada peran guru. Dalam metode discovery guru dan peserta didik sama-sama aktif.  

Kelima,Pembelajaran   berbasis   masalah   merupakan   pembelajaran   yang penyampaiannya dilakukan dengan cara menyajikan suatu permasalahan, mengajukan pertanyaan-pertanyaan, memfasilitasi penyelidikan dan membuka  dialog.  Metode  ini  tepat  digunakan  pada  kelas  yang  kreatif, peserta  didik  yang  berpotensi  akademik  tinggi  namun  kurang  cocok diterapkan pada peserta didik yang perlu bimbingan tutorial. Metode ini sangat potensial untuk mengembangkan kemandirian peserta didik melalui pemecahan masalah yang bermakna bagi kehidupan siswa. Metode problem solving sangat potensial untuk melatih peserta didik berpikir  kreatif  dalam  menghadapi  berbagai  masalah  baik  itu  masalah pribadi maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama.  Di  dalam  problem  solving,  peserta  didik  belajar  sendiri untuk mengidentifikasi penyebab masalah dan alternatif untuk memecahkan masalahnya. Tugas guru dalam metode problem solving adalah memberikan kasus atau masalah kepada peserta didik untuk dipecahkan. Kegiatan peserta didik dalam problem solving dilakukan melalui prosedur: (1) identifikasi penyebab masalah; (2) pengkajian teori untuk mengatasi masalah atau menemukan solusi; (3) pengambilan keputusan dalam mengatasi masalah berdasarkan teori yang telah dikaji. Mind  mapping  merupakan  salah  satu  bentuk  pembelajaran  yang digunakan melatih kemampuan menyajikan isi (content) materi pelajaran dengan pemetaan pikiran (mind mapping).

Mind map dikembangkan olehTony   Buzan   (2002)   sejak   akhir   tahun   1960-an   sebagai   cara   untuk mendorong peserta didik mencatat hanya dengan menggunakan kata kunci dan gambar. Iwan Sugiarto (2004) mengemukakan “pemetaan pikiran (mind mapping) adalah teknik meringkas bahan yang perlu dipelajari, dan memproyeksikan masalah yang dihadapi ke dalam bentuk peta atau teknik grafik sehingga lebih mudah memahaminya”. Kegiatan ini sebagai upaya yang dapat mengoptimalkan fungsi otak kiri dan kanan, yang kemudian dalam  aplikasinya  sangat  membantu  untuk  memahami  masalah  dengan cepat karena telah terpetakan. Hasil mind mapping berupa mind map. Mind map adalah suatu diagram yang digunakan untuk merepresentasikan kata- kata, ide-ide, tugas-tugas, ataupun suatu yang lainnya yang dikaitkan dan disusun mengelilingi kata kunci ide utama.

 

Postingan populer dari blog ini

Berbicara Terkait Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) (Miftahul Jannah 11811103)

Berbicara Terkait Kurikulum (Miftahul Jannah 11811103)