Berbicara Terkait Lembar Kerja Siswa (Miftahul Jannah 11811103)

 

Bismillah, Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Hallo teman-teman, mari kita kembali membaca. Hari ini saya akan menulis mengenai perangkat pembelajaran yakni lembar kerja siswa

Pertama- tama yang saya hormati Ibu Farninda Aditya, M.Pd selaku dosen pengampu mata kuliah Magang 2, dan yang saya banggakan teman-teman seperjuangan kelas PAI C. Semoga kita selalu diberikan kelancaran serta kemudahan didalam menempuh pendidikan.

Pada proses belajar mengajar, guru harus dapat berperan sebagai motivator dan fasilitator untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Dalam pelaksanaan proses belajar mengajar seorang guru dituntut untuk memiliki kemampuan dan keterampilan proses, misalnya kemampuan guru dalam menempatkan dan menggunakan alat atau media seperti penggunaan Lembar Kegiatan Siswa (LKS). Pendidikan pada dasarnya tidak dapat dipisahkan dari kehidupan dan menjadi sangat penting baik  kehidupan  individu, keluarga maupun masyarakat. Penyelenggaraan pendidikan merupakan upaya untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia, membebaskan manusia dari kebodohan, kemiskinan dan kemelaratan. Dengan adanya pendidikan, manusia dapat meningkatkan kualitas dirinya guna mencapai tujuan yang ingin dicapai dalam hidupnya. Kualitas hidup suatu bangsa tidak hanya dinilai dari perkembangan fisik saja, tetapi yang lebih utama adalah kualitas manusia pada intelektual, emosional dan spiritual. Kualitas hidup seseorang dapat tercermin dari sosok dirinya sebagai pribadi yang bertanggung jawab baik terhadap dirinya, keluarga maupun terhadap masyarakat. Dilihat dari strukturnya, bahan ajar LKS lebih sederhana dari pada modul, namun lebih kompleks daripada buku. Bahan ajar LKS terdiri atas enam unsur utama yaity meliputi judul, petunjuk belajar, kompetensi dasar atau materi pokok, informasi pendukung, tugas atay langkah kerja, dan penilaian. Sedangkan jika dilihat dari segi formatnya, LKS terdiri dari judul, kompetensi dasar yang akan dicapai, waktu penyelesaian, peralatan/bahan yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas, informasi singkat, langkah kerja, tugas yang harus dilakukan, dan laporan yang harus dikerjakan

Dalam proses pembelajaran, peran guru begitu penting sehingga guru perlu terus menerus mengembangkan diri dan proses pembelajaran yang dikelolanya. Hal ini akan berdampak pada meningkatnya aktivitas, kreativitas, minat dan motivasi belajar siswa. Pada gilirannya, diharapkan hasil belajar peserta didik dapat meningkat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh guru untuk mengurangi kejenuhan belajar pada peserta didik adalah dengan mengembangkan bahan ajar dalam berbagai bentuk bahan ajar. Seperti, guru dapat membuat atau menyusun sendiri Lembar Kerja Peserta Didik. Keberhasilan suatu pembelajaran dapat diukur dengan kemampuan peserta didik dalam memahami materi pembelajaran. Kriteria keberhasilan pembelajaran diukur dari sejauh mana peserta didik menguasai materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru. gar dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik seorang guru harus dapat mengembangkan sumber belajar atau bahan ajar menjadi lebih menyenangkan seperti pembuatan Lembar kerja (LK) atau lembar tugas (LT) harus sekreatif mungkin dibuat agar dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik, dapat membantu mengarahkan pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien serta meningkatkan kualitas pendidikan PAI. Pembelajaran dapat dikatakan berhasil apabila sebagian besar peserta didik memahami pelajaran dengan baik. Pendidikan agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyampaikan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, hingga mengimani ajaran agama Islam, dibarengi dengan tuntutan untuk menghormati penganut agama lain dalam hubungannya dengan kerukunan antara umat beragama hingga terwujud kesatuan dan persatuan. agar dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik seorang guru harus dapat mengembangkan sumber belajar atau bahan ajar menjadi lebih menyenangkan seperti pembuatan Lembar kerja (LK) atau lembar tugas (LT) harus sekreatif mungkin dibuat agar dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik, dapat membantu mengarahkan pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien serta meningkatkan kualitas pendidikan PAI.

            Oleh karena itu sistem pendidikan perlu disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan di segala bidang. Pendidikan harus diarahkan pada peningkatan produktivitas, kualifikasi, mutu, dan efisiensi kerja. Pelaksanaan kurikulum harus didukung oleh strategi dan kegiatan belajar mengajar yang sesuai. Setiap kurikulum memberikan penekanan – penekanan pada proses belajar mengajar agar siswa memiliki kemampuan yang tinggi terhadap tujuan yang telah dirumuskan sebelumnya. Agar proses belajar mengajar berjalan secara efektif dan efisien, maka tenaga pengajar diharapkan selektif dalam mencari, memilih, menggunakan dan mengembangkan strategi pengajaran sesuai dengan mata pelajaran dan pokok bahasan yang diajarkan. Penggunaan strategi belajar mengajar yang memadai dimaksudkan untuk mencapai tujuan pengajaran seoptimal mungkin. Dalam hal ini siswa diharapkan lebih banyak berperan aktif sehingga ia mampu mengembangkan kepribadian secara utuh dan menyeluruh.

            Namun dalam kenyataannya, cukup banyak masalah yang dihadapi guru dalam mengajar, khususnya bagaimana memotivasi siswa dalam belajar untuk memahami pelajaran. Oleh karena itu dilakukan berbagai alternatif upaya diantaranya memanfaatkan media pendidikan yang memungkinkan siswa dapat belajar dengan baik seperti penggunaan Lembar Kegiatan Siswa (LKS). Banyak faktor yang menentukan keberhasilan proses belajar mengajar. Diantara faktor tersebut yang paling berpengaruh adalah guru, siswa dan media pengajaran.

Penerapan suatu media pengajaran harus ditinjau dari segi keefektifan, keefisienan, karakteristik materi pelajaran dan keadaan siswa. Lembar Kegiatan Siswa (LKS) merupakan alat yang bermanfaat bagi guru terutama untuk memudahkan pemberian tugas, baik yang berupa kegiatan maupun evaluasi, sedangkan bagi siswa bermanfaat terutama sebagai pemandu dalam kegiatan belajar mengajar. Melalui LKS aktivitas dan kreatifitas siswa dalam belajar mengajar dapat ditingkatkan, penyampaian materi pelajaran dapat dipermudah dengan menggunakan LKS.

Lembar yang digunakan untuk mengarahkan dalam bentuk mengajar dengan pokok bahasan tertentu dalam membantu siswa meningkatkan keterampilan proses bernalar. lembar kerja siswa (LKS) juga merupakan suatu alat bantu dalam bentuk panduan bagi siswa apa yang harus dilakukan dalam memecahkan suatu masalah terhadap mata pelajaran tertentu untuk mencapai tujuan instruksional khusus.  Lembar kerja siswa (LKS) dapat mendorong siswa untuk belajar sendiri berdasarkan pada lembar – lembar kerja yang ada pada LKS. Hasil belajar yang diperoleh siswa melalui kegiatan ini akan memberikan kepuasan tersendiri pada diri siswa yang tidak mudah dilupakan. Kegiatan yang diberikan dalam satu LKS dimaksudkan untuk melatih keterampilan proses seperti keterampilan menggunakan alat, pengamatan, pemeriksaan kesimpulan dan sebagainya.  Pada bagian ini termasuk alat – alat dan bahan – bahan yang digunakan pada setiap kegiatan. Corak dan bentuk kegiatan belajar melalui LKS ditentukan oleh bentuk, isi instruksi yang ditulis dalam LKS untuk mencapai keberhasilan siswa dalam belajarnya melalui LKS ditentukan oleh kemampuan siswa itu sendiri di lain pihak.  Sebagai contoh instruksi guru dalam LKS harus berisi apa yang harus dikerjakan, urutan pelaksanaan kegiatan, alat dan bahan yang digunakan, dan waktu yang digunakan. Melalui LKS, guru dalam menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar sudah dapat menerapkan metode pembelajaran siswa dengan kadar belajar secara aktif. Guru hanya memberikan instruksi bila diperlukan oleh siswa.

Interfensi yang diberikan oleh guru bukan dalam bentuk jawaban atas pertanyaan siswa, melainkan berupa panduan bagi siswa untuk memecahkan masalah.

 

Postingan populer dari blog ini

Berbicara Terkait Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) (Miftahul Jannah 11811103)

Berbicara Terkait Kurikulum (Miftahul Jannah 11811103)