Berbicara Terkait Bahan Ajar (Miftahul Jannah 11811103)

 

Bismillah, Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Hallo teman-teman, mari kita kembali membaca. Hari ini saya akan menulis mengenai perangkat pembelajaran yakni Bahan Ajar

Pertama- tama yang saya hormati Ibu Farninda Aditya, M.Pd selaku dosen pengampu mata kuliah Magang 2, dan yang saya banggakan teman-teman seperjuangan kelas PAI C. Semoga kita selalu diberikan kelancaran serta kemudahan didalam menempuh pendidikan.

Dapat kita ketahui masalah penting yang sering dihadapi oleh guru dalam kegiatan pembelajaran adalah memilih bahan ajar yang tepat dalam rangka membantu siswa mencapai kompetensi yang diinginkan. Hal ini disebabkan karena kurikulum atau silabus serta materi ajar hanya dituliskan secara garis besar saja. Sehingga untuk menjabarkanya secara mendetail adalah tugas seorang guru. Dan di tahap inilah kadang-kadang guru merasa kesulitan untuk membuat atau mendapatkan bahan ajar yang tepat. Tentu saja sebelum membuat materi ajar, seorang guru harus mengetahui definisi dari bahan ajar.

Bahan ajar juga merupakan segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar dikelas. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun tidak tertulis. Jenis-jenis bahan ajar seperti bahan cetak (printed) diantaranya buku dan modul, bahan ajar dengar (audio), bahan ajar pandang dengar (audio visual), dan bahan ajar multimedia interaktif (interactive teaching materials).

Biasanya baik siswa, orang tua maupun guru cenderung menganggap sumber bahan ajar hanya dititikberatkan pada buku. Keberadaan buku memang sangat membantu dalam proses pembelajaran, namun jangan sampai hanya berpedoman pada buku. Karena masih banyak sumber bahan ajar yang lain selain buku yang dapat digunakan. Bukupun tidak harus satu macam dan tidak harus sering berganti seperti terjadi selama ini. Berbagai buku dapat dipilih sebagai sumber bahan ajar. Namun selain buku, sumber bahan ajar lainnya dapat didapatkan dari internet, jurnal, majalah, koran, CD interaktif, lingkungan dan masih banyak lagi yang digunakan sebagai sumber belajar. Termasuk masalah yang sering dihadapi guru berkenaan dengan bahan ajar adalah guru memberikan bahan ajar atau materi pembelajaran terlalu luas atau terlalu sedikit, terlalu mendalam atau terlalu dangkal, urutan penyajian yang tidak tepat, dan jenis materi bahan ajar yang tidak sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai oleh siswa. Berkenaan dengan buku sumber sering terjadi setiap ganti semester atau ganti tahun ganti buku. Bahan ajar atau materi pembelajaran secara garis besar terdiri dari pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dipelajari siswa dalam rangka mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan. Sejalan dengan berbagai jenis aspek standar kompetensi, materi pembelajaran juga dapat dibedakan menjadi jenis materi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.

Hasil bacaan saya didalam buku Muslich yang berjudul “Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Kontekstual”. Bahwa pembelajaran berbasis kompetensi didasarkan atas pokok-pokok pikiran bahwa apa yang ingin dicapai oleh siswa melalui kegiatan pembelajaran harus dirumuskan dengan jelas. Perumusan dimaksud diwujudkan dalam bentuk standar kompetensi yang diharapkan dikuasai oleh siswa. Standar kompetensi meliputi standar materi atau standar isi (content standard) dan standar pencapaian (performance standard). Standar materi berisikan jenis, kedalaman, dan ruang lingkup materi pembelajaran yang harus dikuasai siswa, sedangkan standar penampilan berisikan tingkat penguasaan yang harus ditampilkan siswa. Sesuai dengan pokok-pokok pikiran tersebut, masalah materi pembelajaran memegang peranan penting dalam rangka membantu siswa mencapai standar kompetensi.

Dalam rangka pelaksanaan pembelajaran, termasuk pembelajaran berbasis kompetensi, bahan ajar dipilih setelah identitas mata pelajaran, standar kompetensi, dan kompetensi dasar ditentukan. Seperti diketahui, langkah-langkah pengembangan pembelajaran sesuai KBK antara lain pertama-tama menentukan identitas matapelajaran. Setelah itu menentukan standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pembelajaran, strategi pembelajaran atau pengalaman belajar, indicator pencapaian, dan seterusnya. Setelah pokok-pokok materi pembelajaran ditentukan, materi tersebut kemudian diuraikan. Uraian materi pembelajaran dapat berisikan butir-butir materi penting (key concepts) yang harus dipelajari siswa atau dalam bentuk uraian secara lengkap seperti yang terdapat dalam buku-buku pelajaran. Secara garis besar, bahan ajar atau materi pembelajaran berisikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap atau nilai yang harus dipelajari.

Bahan ajar atau materi pembelajaran perlu dipilih dengan tepat agar seoptimal mungkin membantu siswa dalam mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar. Masalah-masalah yang timbul berkenaan dengan pemilihan bahan ajar atau materi pembelajaran menyangkut jenis, cakupan, urutan, perlakuan (treatment) terhadap materi pembelajaran dan sumber bahan ajar.

Sebelum menentukan materi pembelajaran terlebih dahulu perlu diidentifikasikan aspek-aspek standar kompetensi dan komptensi dasar yang harus dipelajari atau dikuasai siswa. Aspek tersebut perlu ditentukan, karena setiap aspek standar kompetensi dan kompetensi dasar memerlukan jenis materi yang berbeda-beda dalam kegiatan pembelajaran untuk membantu pencapaiannya. Sejalan dengan berbagai jenis aspek standar kompetensi, materi pembelajaran juga dapat dibedakan menjadi jenis materi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Materi pembelajaran aspek kognitif secara terperinci dapat dibagi menjadi empat jenis, yaitu: fakta, konsep, prinsip, dan prosedur. Dengan mengidentifikasi jenis-jenis materi yang akan diajarkan, maka guru akan mendapatkan kemudahan dalam cara mengajarkannya. Setelah jenis materi pembelajaran teridentifikasi, langkah berikutnya adalah memilih jenis materi tersebut yang sesuai dengan standar kompetensi atau kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa . Identifikasi jenis materi pembelajaran juga penting untuk keperluan mengajarkannya. Sebab, jenis materi pembelajaran memerlukan strategi pembelajaran atau metode, media, dan system evaluasi atau penilaian yang berbeda-beda.

Sumber bahan ajar merupakan tempat dimana bahan ajar dapat diperoleh. Dalam mencari sumber bahan ajar, siswa dapat dilibatkan untuk mencarinya. Hal ini sesuai dengan prinsip pembelajaran siswa aktif (CBSA). Berbagai sumber dapat kita gunakan untuk mendapatkan materi pembelajaran dari setiap standart kompetensi dan kompetensi dasar. Sumber-sumber dimaksud yakni yang pertama, Buku teks yang digunakan sebagai sumber bahan ajar untuk suatu jenis mata pelajaran tidak harus hanya satu jenis, tapi digunakan sebanyak mungkin agar mandapatkan wawasan yang luas. Yang kedua, Laporan Hasil Penelitian yang diterbitkan oleh lembaga penelitian atau oleh para peneliti sangat berguna untuk mendapatkan sumber bahan ajar yang aktual atau mutakhir. Yang ketiga, Jurnal-jurnal berisikan berbagai hasil penelitian dan pendapat dari para ahli dibidangnya masing-masing yang telah dikaji kebenarannya. Yang keempat, Pakar Bidang Studi. Pakar dapat dimintai konsultasi mengenai kebenaran bahan ajar, ruang lingkup, kedalaman, urutan dsb. Yang kelima,Kalangan profesional adalah orang-orang yang bekerja pada bidang tertentu. Misalnya kalangan perbankan, tentu ahli di bidang ekonomi dan keuangan. Yang keenam, Buku kurikulum itu merupakan standar kompetensi. Dengan standar kompetensi, maka kompetensi dasar dan materi bahan dapat ditemukan. Yang ketujuh, Penerbitan Berkala Seperti Harian, Mingguan Dan Bulanan. Penerbitan berkala seperti koran banyak berisikan informasi yang berkenaan dengan bahan ajar. Penyajian tersebut menggunakan bahasa populer yang mudah dipahami. Karena itu, penerbitan berkala baik untuk digunakan sebagai sumber bahan ajar. Yang kedelapan, Internet Di internet, kita dapat memperoleh segala macam sumber bahan ajar. Yang kesembilan, Media Audio Visual (TV, Video, VCD, Kaset Audio, Kita dapat mempelajari berbagai jenis mata pelajaran seperti gunung berapi, kehidupan di laut melalui media audio visual. Yang kesepuluh, Lingkungan Kita dapat menggunakan lingkungan alam berupa apa saja sebagai sumber bahan ajar. Dalam menyusun rencana pembelajaran berbasis kompetensi, buku-buku atau terbitan tersebut hanya merupakan bahan rujukan. Buku-buku pelajaran atau buku teks yang ada perlu dipelajari untuk dipilih dan digunakan sebagai sumber yang relevan dengan materi yang telah dipilih untuk diajarkan. Untuk membantu siswa mencapai kompetensi, hendaknya guru menggunakan banyak sumber materi.

Sehubungan dengan itu, perlu disusun rambu-rambu pemilihan dan pemanfaatan bahan ajar untuk membantu guru agar mampu memilih materi pembelajaran atau bahan ajar dan memanfaatkannya dengan tepat. Rambu-rambu dimaksud antara lain berisikan konsep dan prinsip pemilihan materi pembelajaran, penentuan cakupan, urutan, kriteria dan langkah-langkah pemilihan, pemanfaatan, serta sumber materi pembelajaran. Sehingga guru akan lebih mendapatkan kemudahan dalam menyampaikan materi kepada siswanya. Begitu juga dengan siswa akan lebih mudah menerima materi pelajaran tersebut. Selain itu siswa bisa mendapatkan wawasan dan pengetahuan yang lebih luas dibandingkan sebelumnya dikarenakan sumber bahan ajarnya tidak hanya satu jenis saja.

Postingan populer dari blog ini

Berbicara Terkait Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) (Miftahul Jannah 11811103)

Berbicara Terkait Kurikulum (Miftahul Jannah 11811103)