Berbicara Terkait Strategi Pembelajaran ( Miftahul Jannah 11811103)
Bismillah,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Hallo
teman-teman, mari kita kembali membaca. Hari ini saya akan menulis mengenai
perangkat pembelajaran yakni Strategi Pembelajaran
Pertama-
tama yang saya hormati Ibu Farninda Aditya, M.Pd selaku dosen pengampu mata
kuliah Magang 2, dan yang saya banggakan teman-teman seperjuangan kelas PAI C.
Semoga kita selalu diberikan kelancaran serta kemudahan didalam menempuh
pendidikan.
Pada mulanya istilah strategi digunakan dalam dunia militer dan
diartikan sebagai cara penggunaan seluruh kekuatan militer untuk memenangkan
suatu peperangan. Seorang yang berperang dalam mengatur strategi, untuk
memenangkan peperangan sebelum melakukan tindakan, ia akan menimbang bagaimana
kekuatan pasukan yang dimilikinya baik dilihat dari kuantitas maupun
kualitasnya. Setelah semuanya diketahui, baru kemudian ia akan menyusun
tindakannya yang harus dilakukan, baik tentang siasat peperangan yang harus
dilakukan, taktik dan teknik peperangan, maupun waktu yang tepat untuk
melakukan serangan. Dengan demikian dalam menyusun strategi perlu
memperhitungkan berbagai faktor, baik dari dalam maupun dari luar.
Sebagaimana yang kita ketahui teman-teman bahkan kita sendiri merasakan akibat dari pandemi Covid-19 membuat
pemerintah mengeluarkan kebijakan baru demi menghentikan pemencaran Covid-19
yaitu mengimplementasikan ajakan masyarakat untuk melaksanakan Physical
Distancing atau memberi jarak dengan orang lain sejauh satu meter dan
menghindari kerumunan dan berbagai acara pertemuan yang menimbulkan perkumpulan
(Covid-19, 2020). Selain itu pemerintah menerapkan kebijakan untuk Dirumah Saja
seperti kerja dirumah atau Work From Home (WFH) dan kegiatan apapun yang
berhubungan dengan perkumpulan atau pertemuan ditiadakan dan diganti dengan
media online. (Kemendikbud, 2020) mengeluarkan Surat Edaran tentang Pembelajaran
secara Daring dan Bekerja dari Rumah dalam Rangka Pencegahan Penyebaran
Covid-19. Isi dari surat ini salah satunya adalah meliburkan kegiatan belajar
mengajar dan mengganti dengan pembelajaran berbasis jaringan (Daring) via
E-learning yang dapat digunakan berbagai instansi pendidikan. Pada kondisi
seperti ini semua guru atau tenaga pendidik diharuskan untuk mengganti
pembelajaran menggunakan E-learning atau melalui media online. Berbagai
platform digunakan untuk melakukan pengajaran sehingga perlu didukung dengan
fasilitas pembelajaran yang baik dan pemanfaatan teknologi informasi. Seluruh
siswa diwajibkan untuk menggunakan alat komunikasi seperti Handphone dengan
bijak untuk mendukung proses pembelajaran. Pembelajaran daring dengan tatap
muka melalui aplikasi menjadi hal yang paling menguntungkan guna memutus
penyebaran Covid-19 serta menjaga kesehatan keselamatan jiwa guru dan siswa
dari terpaparnya virus tersebut Pembelajaran daring memberikan dampak positif
yaitu pengalaman dan pemanfaatan teknologi dalam hal positif serta mewujudkan
tantangan guru di Abad-21 Pembelajaran daring membawa perubahan dalam sistem
pendidikan, materi yang akan diajarkan, pembelajaran yang dilakukan serta
hambatan-hambatan yang dihadapi baik oleh guru, siswa dan penyelanggara
pendidikan. Pembelajaran daring selain untuk memutus penyebaran Covid-19
diharapkan mampu menjadi alternatif dalam mengatasi permasalahan kemandirian
pembelajaran yang memungkinkan siswa pelajari materi pengetahuan yang lebih
luas di dalam dunia internet sehingga menimbulkan kekreatifan siswa dalam
mengetahui ilmu pengetahuan dan dapat mengimplementasikan kebijakan Kurikulum
2013.
Didalam buku Abdul Majid yang berjudul “ Strategi Pembelajaran”
dikatakkan bahwa dalam dunia pendidikan, strategi diartikan sebagai perencanaan
yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan
pendidikan tertentu. Ada dua hal yang perlu kita cermati dari pengertian di
atas. Pertama, strategi pembelajaran merupakan rencana
tindakan (rangkaian kegiatan) termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan
berbagai sumber daya/kekuatan dalam pembelajaran. Ini berati penyusunan suatu
strategi baru sampai pada proses penyusunan rencana kerja belum sampai pada
tindakan. Kedua, strategi disusun untuk mencapai tujuan
tertentu. Artinya, arah dari semua keputusan penyusunan strategi adalah
pencapaian tujuan. Dengan demikian, penyusunan langkah-langkah pembelajaran,
pemanfaatan berbagai fasilitas dan sumber belajar semuanya diarahkan dalam
upaya pencapaian tujuan. Oleh sebab itu, sebelum menentukan strategi, perlu
dirumuskan tujuan yang jelas yang dapat diukur keberhasilannya, sebab tujuan
adalah rohnya dalam implementasi suatu strategi
Guru sebagai pengembang media pembelajaran harus mengetahui perbedaan
pendekatan-pendekatan dalam belajar agar dapat memilih strategi pembelajaran
yang tepat. Guru hendaknya
menyadari tentang perlunya pembaharuan strategi belajar mengajar. Hendaknya
para konsentratif dharapkan mengikuti tentang pembaharuan tersebut. Sehimgga
mempuyai kesiapan mental untuk melaksanakan pendekatan belajar aktif sebagai
hasil dari adanya pembaharuan Pendidikan selain itu Guru juga mempunyai
beberapa kemampuan yang dapat menunjang keberhasilan dalam melaksanakan
kegiatan belajar mengajar. Seorang guru dituntut untuk mampu menguasai isi
pokok pelajaran pendidikan yang akan disampaikan dalam mengajar. Guru harus
mampu mengatur siswa dengan baik, mengembangkan metode mengajar yang
diterapkan, mengadakan evaluasi dan membimbing siswa nya dengan baik. Sehingga Strategi pembelajaran pun harus dipilih
untuk memotivasi para pembelajar, memfasilitasi proses belajar, membentuk
manusia seutuhnya, melayani perbedaan individu, mengangkat belajar bermakna,
mendorong terjadinya interaksi, dan memfasilitasi belajar kontekstual. Tapi
saat sekarang realitanya kita dapat melihat di dalam proses pembelajaran itu
sendiri guru masih belum bisa mengondisikan pembelajarannya sesuai yang
diharapkan oleh siswa maupun kurikulum yang dituntut. Tidak hanya itu,
kadangkala guru belum bisa memahami seperti apa pembelajaran siswa itu sendiri.
Pemilihan strategi
pembelajaran sangatlah penting. Strategi yang diterapkan dalam kegiatan
pembelajaran disebut Strategi Pembelajaran. Pembelajaran adalah upaya pendidik untuk
membantu peserta didik melakukan kegiatan belajar. Tujuan strategi pembelajaran
adalah terwujudnya efesiensi dan efektivitas kegiatan belajar yang dilakukan
peserta didik. Pihak-pihak yang terlibat dalam pembelajaran adalah pendidik
(perorangan dan atau kelompok) serta peserta didik (perorangan, kelompok, dan
atau komunitas) yang berinteraksi edukatif antara satu dengan yang lainnya.
Strategi Pembelajaran Aktif yaitu,
Strategi Belajar mengajar yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Dan untuk mencapai keterlibatan siswa agar efektif dan efesien dalam belajar
membutuhkan berbagai pendukung dalam proses belajar mengajar. Misalnya dari
sifat siswa, guru, situasi belajar, program belajar, dan dari sarana belajar.
Agar proses belajar aktif bisa berjalan dengan baik, maka pendidik sebagai
penggerak belajar peserta didik dituntut untuk menggunakan dan menguasai strategi
pembelajaran aktif.
Dalam proses belajar mengajar diperlukan suatu strategi. Dimana
dengan strategi tersebut siswa bisa lebih aktif di dalam kelas, dan nantinya
dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Seorang guru yang bersifat sebagai
fasilitator harus pandai mamilih strategi yang cocok dengan karakteristik siswanya.
Penerapan strategi pembelajaran aktif bukanlah hal yang baru dalam teori
pembelajaran. Sebab merupakan konsekuensi logis dari proses belajar mengajar di
sekolah. Hampir tidak terjadi adanya proses belajar mengajar tanpa adanya
keaktifan belajar siswa, ada yang kadar keaktifannya rendah, ada juga yang
kadar keaktifannya tinggi. Strategi
pembelajaran aktif sangat diperlukan karena peserta didik mempunyai cara
belajar yang berbeda-beda. Ada yang senang belajar dengan membaca. Berdiskusi
ada yang juga senang dengan cara langsung praktik. Inilah yang sering disebut
dengan gaya belajar atau learning style. Disamping itu penggunaan strategi
pembelajaran aktif bagi pendidik adalah sangat membantu atau memudahkan dalam
mengajar. Bagi pendidik yang memiliki banyak jam mengajar.