Berbicara Terkait Media Pembelajaran (Miftahul Jannah 11811103)
Bismillah,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Hallo
teman-teman, mari kita kembali membaca. Hari ini saya akan menulis mengenai
perangkat pembelajaran yakni Media Pembelajaran.
Pertama-
tama yang saya hormati Ibu Farninda Aditya, M.Pd selaku dosen pengampu mata
kuliah Magang 2, dan yang saya banggakan teman-teman seperjuangan kelas PAI C.
Semoga kita selalu diberikan kelancaran serta kemudahan didalam menempuh
pendidikan.
Sudah
hampir satu tahun kita melakukan pembelajaran secara online Masa
pandemic covid-19 adalah masa dimana semua keadaan tidak seperti biasa
dilakukan oleh semua kalangan termasuk dunia pendidikan. Covid-19 adalah
penyakit yang menyerang pernapasan manusia dengan gejalan pernapasan akut,
seperti demam, batuk dan sesak napas. Penyakit ini dengan cepat menular pada
manusia dengan tetesan air liur yang keluar dari orang yang mengidap penyakit
ini. Oleh sebab itu, semua kegiatan harus dihentikan dan mengharuskan orang
untuk menggunakan dan membiasakan menggunakan masker, selalu cuci tangan dan
jaga jarak. Hal ini mengakibatkan pembelajaran pun tidak boleh dilakukan secara
tatap muka melainkan harus dilakukan dari rumah. Pembelajaran jarak jauh atau
pembelajaran dari rumah bukanlah hal mudah bagi guru untuk dilakukan. Banyak factor
yang mengakibatkan sulit untuk dilakukan antara lain, yaitu keterbatasan
kemampuan guru dalam dunia teknologi informasi dan komunikasi, sarana dan
prasarana yang dimiliki guru dan siswa serta kondisi lingkungan yang kurang
mendukung. Namun, hal ini tetap harus dapat kita atasi, khususnya pembelajaran
walau dalam suasana dan kondisi Negara kita yang masih dalam masa pandemic
covid-19. Kementerian pendidikan dan kebudayaan memfasilitasi program Belajar
dari Rumah yang ditayangkan di televise pada Stasiun TVRI. Program ini
ditujukan kepada para siswa dari jenjang PAUD, sekolah dasar, sekolah menegah
pertama, sekolah menengah atas, perguruan tinggi bahkan orang tua. Hal ini
dilakukan oleh pemerintah dengan maksud untuk membantu masyarakat yang memiliki
keterbatasan ekonomi untuk membeli perlengkapan teknologi seperti handphone dan
internet. Namun, hal ini tetap tidak bias dijalankan secara terus menerus
karena guru tidak dapat memantau secara langsung bagaimana perkembangan siswa
dalam belajar. Oleh sebab itu, guru harus melakukan inovasi dalam pembelajaran
dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran,
melalui berbagai media, seperti media elektronik dan elearning atau
pembelajaran online. Elearning dapat dilakukan dengan menggunakan
berbagai aplikasi media online, seperti whatsapp, google classroom,
kelas online, zoom meeting, google meet dan lain sebagainya agar
pembelajaran tetap berjalan. Melalui pemanfaatan teknologi ini pembelajaran
akan dapat dilaksanakan dengan baik.
Media
Pembelajaran Online merupakan media yang dilengkapi dengan alat pengontrol yang
dapat dioperasikan oleh pengguna (user) sehingga pengguna dapat mengendalikan
dan mengakses apa yang menjadi kebutuhan pengguna, seperti mengunduh ataupun
mengupload materi. Dalam penggunaan media pembelajaran online, pembelajaran
bersifat mandiri dan memiliki interaktifitas tinggi sehingga dapat meningkatkan
ingatan, memberikan pengalaman belajar melalui teks, video dan animasi yang
dibuat sehingga informasi yang akan disampaikan dapat lebih mudah dipahami dan
dipelajari oleh siswa. Selain itu, siswa pun dapat mengumpulkan hasil belajar
secara online dengan mudah dan cepat melalui email, mengirim komentar di forum
diskusi, chat, dan melakukan video conference. Media Pembelajaran merupakan
Sebuah sarana pembelajaran yang digunakan oleh seseorang dengan menggunakan
alat yang dibuat untuk memudahkan dalam penyampaian materi ketika mengajar di
Sekolah. Hal seperti itu sangat membantu guru dalam mengajar di Sekolah dan
merupakan solusi untuk membuat siswa senang ketika belajar dan tidak merasa
jenuh. Pembelajaran menggunakan media pembelajaran teknologi komputer seperti
ini harus menyelaraskan guru akan menggunakan metode pembelajaran apa yang
cocok yang diajarkan untuk siswa, agar siswa tidak merasa jenuh ketika di
Sekolah. (Arif 2012:26) mengatakan bahwa media adalah perantara atau pengantar
pesan pengirim kepada penerima pesan. Proses belajar mengajar media
pembelajaran juga dapat membangkitkan semangat belajar dan minat dari siswa
yang tinggi, selain itu juga dapat membangkitkan motivasi belajar siswa, dan
bahkan membawa pengaruh psikologis terhadap siswa. Pemakaian atau penggunaan
media juga dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap pelajaran di Sekolah.
Media dimanfaatkan memiliki posisi alat bantu guru dalam proses mengajar,
misalnya slide, foto, grafik, film, maupun pembelajaran menggunakan komputer
yang berguna untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual
dan verbal. Sebagai alat bantu dalam mengajar, media juga diharapkan dapat
memberikan pengalaman konkret, motivasi belajar, mempertinggi daya serap serta
retensi belajar siswa. Menurut (Kustandi 2016:6) perkembangan media
pembelajaran menuntut agar guru/ pengajar mampu menggunakan alat-alat yang
disediakan oleh sekolah, dan tidak menutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut
sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman. Media pengajaran dapat membantu
proses belajar siswa yang diharapkan dapat mencapai tingkat keberhasilan hasil
belajar siswa. Alasan menggunakan media pengajaran dalam proses belajar siswa
antara lain: Pengajaran lebih menarik perhatian siswa sehingga menumbuhkan
semangat siswa dalam belajar, bahan pengajaran akan lebih jelas dipahami oleh
siswa dan memungkinkan siswa menguasai tujuan pembelajaran yang diajarkan pada
hari tersebut. Metode yang digunakan mengajar lebih bervariasi, Siswa lebih
banyak melakukan kegiatan belajar, karena tidak hanya mendengarkan penjelasan
dari guru tetapi siswa juga melakukan aktivitas lain seperti mengamati video,
gambar, melakukan, dan mendemontrasikan.
akta
di lapangan terkait dengan penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi
komputer dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia jika diaplikasikan
dengan baik dan cerdas. Kemajuan yang sangat luar biasa terutama jaringan
informasi dan komunikasi dengan ditandai munculnya beragam peralatan komunikasi
seperti computer, handphone smartphone, maupun laptop. Hal ini dapat dibuktikan
banyaknya sekolah yang menerapkan teknologi dalam kegiatan pembelajaran diruang
kelas. Menurut Wiarto ( 2016: 1) Proses interaksi belajar terjadi pada
seseorang lebih dipengaruhi oleh hal seperti, lingkungan, guru, orang tua, buku
teks, selembaran kertas, majalah, film, video, radio ataupun yang lainnya. Penggunaan
Internet dan web tidak hanya dapat memberikan kontribusi positif terhadap
kegiatan akademik siswa tetapi juga guru. Media Pembelajaran berupa LCD dibuat
sekolah yaitu sebagai perantara dalam penyampaian pembelajaran sehingga apabila
guru kurang jelas dalam memberikan materi bisa dibantu dengan menggunakan media
pembelajaran tersebut. Penelitian yang dilakukan oleh Sehat (Kurt, 2010) dengan
judul Technology use in elementary education in Turket: A case Study dalam hal
teknologi, sangat penting untuk mengetahui apakah teknologi di Sekolah
menyebabkan social ketidaksetaraan. Sebagian besar di Turki adalah sekolah
umum, meskipun sebagian dari SD menerima dana yang sama dari negara. Dapat
dikatakan bahwa sekolah lebih siap dari pada yang lain untuk melaksanakan
pembelajaran menggunakan teknologi komputer. Beberapa sekolah lain didaerah
ekonomi yang rendah mungkin menghadapi banyak masalah dalam melaksanakan
pembelajaran menggunakan komputer. Kasus yang terjadi disana kurang
pemahamannya guru saat mengajar menggunakan media komputer. Di Turki beberapa
sekolah tidak menyediakan materi untuk pemahaman yang komperhensif tentang
penggunaan teknologi bagi guru. Melaksanakan kegiatan belajar mengajar tanpa
menggunakan media pembelajaran dapat saja berjalan, akan tetapi tingkat
keberhasilannya mungkin tidak setinggi ketika menggunakan media pembelajaran.
Kita sebagai guru harus menguasai dan mampu menggunakan media pembelajaran
untuk menunjang keberhasilan ketika proses belajar mengajar.